By A Web Design
Tak terasa setengah bulan sudah berlalu dari launching bukuku yang kedua : “Sejuta Pelangi “, dan beribu hamdallah aku panjatkan dalam syukur. Tak pernah menyangka antusias dari sahabat, yang terkadang membuat aku menititkkan air mata jika mengingatknya. Teman-teman di Indonesia, Makkah, Jeddah, Kelantan- Malaysia, dan dibelahan bumi lainnya yang Alhamdulillah Allah bisa mempertemukan kita meski hanya melalui sebuah buku.
aku yakin, banyak buku yang lebih baik dari bukuku. Sementara buku yang kutulis itu sangat sederhana, aku menuliskan apa adanya, kisah-kisah sederhana, hanya tentang seorang anak seperti Fikri misalnya, kesederhanaan seorang Emak, kegigihan prof.Hilmi, semangatnya mba Gita…, cita-cita Rofifah yang terus menyala… hhh…mengingat perjalanan menulis buku, membuatku senyum-senyum sendiri..
Sejuta pelangi memang berbeda dengan Melukis Pelangi. Pada buku pertamaku, Melukis Pelangi, aku tidak terlalu kesulitan karena banyak yang telah aku rekam di buku harian. Ya.. kesulitannya paling hanya membongkar kardus diatas lemari, kemudian membaca catatan-catatan lama tersebut mulai dari tulisannya yang kaya ceker ayam, sampai yang tulisannya sudah mendingan tapi tetep juga masih seperti ceker ayam. Hehe..
Add a comment
Bagaimana kabar sahabat semuanya? Semoga senantiasa selalu dalam keadaan hati yang tenang, bahagia, selalu dalam dzikir kepada Allah. Penuh semangat, dan jauh dari rasa galau tentunya.
Lama tidak menulis, hampir saja aku lupa melanjutkan tulisan yang kemarin. Yaitu, tentang tips anti galau :) terima kasih atas komentar dan kesetian sahabat semua untuk tetap berkunjung di web ini.
Setelah kemarin mengulas sedikit tentang do’a ampuh yang diajarkan Rasul untuk mengobati perasaan galau (baca ulang disini) tentu juga butuh tindakan nyata dari diri kita agar tidak terus terperangkap dalam jurang syaitan tersebut. Betul kata komentar dari sahabat di tulisan kemarin, bahwa do’a saja tidak cukup, keluar dari jurang syaitan itu butuh butuh kesungguhan dari hati dan perbuatan.
Kalau dicerna lebih jauh, galau adalah salah satu penyakit hati. Sebuah kondisi dimana hati kita sedang kosong, kemudian terisi oleh entah apa namanya, hingga rasanya pun bercampur aduk, bahkan si pelakunya pun bisa tidak mengerti ia sedang kenapa? Parahnya lagi, galau yang sebenarnya penyakit hati akut itu, sudah menjadi budaya. Add a comment
Jum'at 6 April 2012 :
*15.00 - 17.00 WIB di Gramedia Merdeka Bandung
* 19.30 - 21.00 WIB Masjid Daarut Tauhid Bandung (hanya untuk muslimah)
Sabtu,7 April 2012 :
*10.00 - 12.00 WIB di Pesantren Persis 76 Rancabogo Tarogong Garut
*13.00 - 15.00 WIB di Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut
Ahad, 8 April 2012 :
*10.30 - 12.30 WIB di Gramedia Matraman Jakarta
*15.00 - 17.00 WIB di Gramedia Depok
Add a comment
Sebuah sms yang membuat alisku berkenyut singgah di di layar handphone-ku. Isinya hanya tiga jenis huruf : “Okiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…..”
Spontan aku langsung membalasnya, khawatir ada kesalahfahaman dari sms tersebut, atau ada apa-apa pada jarinya hingga hanya mengirim sms yang banyak huruf i-nya itu ?
“salam. ada apa? Kok isi sms- nya gitu?” singkat dan dalam ia langsung membalas smsku.
“hehe.. enggak kok oki, aku cuma lagi galau”. GUBRAK! Kepalaku tiba-tiba jadi merasa gatal.
***
Lain lagi, suatu ketika aku membuka jejaring social lewat PC, biasanya aku hanya membuka lewat smartphone hingga tak terlalu detail membaca. Namun hari itu sengaja aku sempatkan membukanya lewat layar PC. Alangkah kagetnya ketika aku baca, hampir semua status menunjukkan satu kata yang lagi tren saat ini : GALAU.
Add a comment

































